Showing posts with label misteri. Show all posts
Showing posts with label misteri. Show all posts

Wednesday, February 15, 2017

MISTERI GUNUNG SALAK BOGOR

MISTERI GUNUNG SALAK BOGOR


Boleh dikata Gunung Salak yang ada di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi “kuburan” pesawat terbang karena sudah sering kecelakaan pesawat terjadi di gunung ini.

Bahkan banyak orang yang mengaitkan gunung ini dengan hal-hal mistis, diantaranya  karena selimut tebal kabut di gunung ini yang bagi sebagian orang dianggap misterius.

Namun, secara logika, kabut tebal di gunung ini memang secara tidak langsung akan mengganggu perjalanan pesawat terbang seperti terjadi pada pesawat buatan Rusia, Sukhoi Superjet (SJJ) 100 yang diduga menabrak tebing gunung ini.

Bagi pegiat alam bebas, karakteristik gunung tersebut terbilang unik dibandingkan gunung-gunung lain di Pulau Jawa. Karakteristiknya menyerupai gunung di Bukit Barisan yang membelah Sumatera.

Gunung Salak juga menelan banyak korban dari kalangan pendaki gunung. Medannya yang ekstrem ditambah hutan yang lebat membuat orang yang kurang memahami alam bebas, tersesat.

Mengutip Wikipedia, hutan di Gunung Salak terdiri dari hutan pegunungan bawah (submontane forest) dan hutan pegunungan atas (montane forest).

Bagian bawah kawasan hutan, semula adalah hutan produksi kelolaan Perum Perhutani.

Di antara jenis pohon yang ditanam di sini adalah tusam (Pinus merkusii), rasamala (Altingia excelsa).

Pada beberapa lokasi, terutama arah Cidahu, Sukabumi, ditemukan pula jenis tumbuhan langka bernama Rafflesia rochussenii yang menyebar terbatas sampai Gunung Gede dan Gunung Pangrango di dekatnya.

Bukan Jalur Penerbangan

Lalu, mengapa Gunung Salak disebut sebagai “kuburan” pesawat terbang?

Dari catatan sejumlah media online, di gunung yang masuk ke wilayah Taman Nasional Gunung Salak Halimun ini memang kerap terjadi rangkaian kecelakaan pesawat.

Pada 15 April 2004, pesawat Paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport, jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Tiga orang tewas akibat kecelakaan ini.

20 Juni 2004, pesawat Cessna 185 Skywagon, jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Lima orang tewas.  Kemudian pada Juni 2008, pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari permukaan laut.  Kecelakaan ini menewaskan 18 orang.

30 April 2009, tiga orang tewas setelah kecelakaan terjadi pada pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Selanjutnya yang terakhir ini, pesawat SSJ-100 buatan Rusia berpenumpang 46 orang jatuh pada 9 April 2012.

Sejumlah kalangan keheranan mengapa Sukhoi yang malang ini turun ke ketinggian yang justru di bawah tinggi gunung.

Staf Ahli Menristek Bidang Pertahanan Keamanan Hari Purwanto bahkan menyatakan penerbangan melalui kawasan Gunung Salak seharusnya tidak dilakukan pada ketinggian 6.000 kaki karena tinggi gunung itu sendiri sekitar 2.200 meter. Belum lagi awan tebal selalu meliputi pegunungan itu.

“Biasanya penerbangan dari Halim menuju Pelabuhan Ratu di ketinggian 12.000 kaki dan standar minimum 8.000 kaki, tapi Sukhoi ini terbang dari ketinggian 10.000 kaki, mengapa turun ke 6.000 kaki,” kata Hari Purwanto di Makassar, Kamis.

Pesawat Sukhoi Super Jet 100 buatan Rusia yang sempat hilang kontak saat Joy Flight dari Halim Perdanakusuma ke Pelabuhan Ratu diperkirakan menabrak pinggir tebing Gunung Salak. 45 orang yang menumpangi pesawat ini diperkirakan tewas.

Hari menyebutan tiga faktor yang mungkin menyebabkan sebuah pesawat jatuh di Gunung Salah.  Ketiganya adalah faktor cuaca, faktor kesalahan manusia, dan faktor kelaikan pesawat.

Ia mengingatkan bahwa jalur penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma ke Pelabuhan Ratu via Gunung Salak, bukan jalur penerbangan. Pun bukan area aman untuk penerbangan, apalagi bagi pilot yang tidak terlalu mengerti medan di sana.

Pesawat Sukhoi yang telah dipesan penerbangan swasta Indonesia untuk penerbangan komersil itu diakuinya sudah diuji di sejumlah negara lain sebelum diuji di Indonesia, seperti Myanmar atau negara yang pasarnya terbuka bagi pesawat di luar Boeing, Airbus dan lainnya.

Hari mengungkapkan, di masa lalu, semua pesawat yang akan digunakan di Indonesia harus melalui kajian (review) teknologi dari BPPT.  Namun sejak satu dekade ini review itu tidak dilakukan lagi.

Available link for download

Tuesday, February 7, 2017

Misteri HURUF HIEROGLYPH mengungkap Kisah NABI IDRIS dalam Peradaban MESIR PURBA

Misteri HURUF HIEROGLYPH mengungkap Kisah NABI IDRIS dalam Peradaban MESIR PURBA


Peradaban Mesir Purba telah ada, sebelum 70.000 tahun yang lalu. Hal tersebut didasarkan kepada penemuan naskah kuno di dalam Piramid Besar Khufu (Cheops) di Giza, yang mengatakan bahwa piramid dibangun ‘pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer‘. Menurut sejarawan, Abu Said El Balchi, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar 72.000 tahun sebelum Hijrah Nabi.
Pendirian Piramid, erat hubungannya dengan pemujaan bangsa Mesir purba terhadap Oziris (Osiris), yang dipercaya sebagai jelmaan Orion yang kemudian menjadi dewa kematian. Dalam relief-relief di piramida yang ditemukan, Oziris gambarkan sebagai dewa yang mengenakan mahkota putih tinggi. Lewat kesaktiannya, Oziris dengan mudah bisa membinasakan bumi dan isinya.
Masyarakat Mesir Purba juga percaya bahwa dewa-dewa di langit itu harus mempunyai persinggahan di bumi. Atas dasar latar belakang itulah, kemudian Kompleks Piramida Giza dibangun. Tentu karena untuk Oziris, maka arsitektur posisi tiap piramidanya dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan posisi rasi bintangnya. Termasuk membangun penjaganya, yakni makhluk berbadan singa berkepala manusia (sumber : yuwie.com).

Oziris, sejatinya adalah Nabi Idris ?
Syaikh Thanthawi Jauhari di dalam Tafsir Jawahir-nya menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan IDRIS ialah Oziris atau Azoris, dan kalimat Idris adalah ucapan nama itu dalam bahasa Arab. Serupa juga dengan Yesoa diucapkan dalam bahasa Arab dengan Isa; Yohannes diucapkan dalam bahasa Arab, Yahya.
Menurut Syaikh Thanthawi, Oziris atau Idris ini seorang Nabi yang diutus Allah kepada bangsa Mesir purba kala dan membawa ajaran-ajaran dan perubahan yang besar-besar.
Di dalam sejarah Mesir Purba disebutkan bahwa Oziris (Idris) itu meninggal karena di bunuh oleh saudaranya sendiri karena dengki akan pengaruhnya yang besar. Lalu dipotong-potong badannya untuk dihancurkan. Tetapi sepotong dari badan itu dipelihara oleh isterinya dan dibalsem; pembalseman mayat itulah kelaknya yang menjadi kepandaian yang utama dari orang Mesir purbakala.
Syaikh Thanthawi menguraikan panjang lebar, bahwa di zaman purbakala bangsa Mesir itu di antara Kerajaan dengan agama adalah satu, sehingga Idris itu pun merangkap juga raja. Itulah sebab dia didengki oleh saudaranya. Namun setelah dia mati orang Mesir memuliakan sekalian jasanya yang besar- besar.
Kata dongeng mereka, setelah seorang raja besar atau orang besar mati, bersidanglah hakim-hakim 42 orang banyak anggotanya memusyawaratkan dan mempertimbangkan tentang kebaikan atau keburukan raja semasa hidup-nya. Rupanya kebaikan Oziris atau Idris itu lebih banyak dan lebih berat dari pada keburukannya; maka ditempatkanlah dia pada tempat yang amat tinggi dan agung di alam lain.
Sayid Quthub di dalam “Fi Zhilalil Quran“pun memberatkan pendapatnya kepada pendapat Syaikh Thanthawi Jauhari ini, bahwa besar kemungkinan bahwa Idris ialah Oziris yang ternama dalam Sejarah Mesir Purbakala itu.
Di dalam tafsir-tafsir yang lama sejak Thabari, ar-Razi, al-Qurthubi, Ibnu Katsir dan yang sezaman tidak bertemu kemungkinan Oziris itu, dan baru bertemu pada Tafsir Syaikh Thanthawi Jauhari pada sekitar tahun 1928, atau pada Tafsir Sayid Quthub selepas tahun 1955.
Hal ini dikarenakan, Ilmu hasil penyelidikan kebudayaan dan Peradaban Bangsa Mesir Kuno, yang dikenal dengan nama “Egyptologi” barulah tumbuh sejak permulaan Abad Kesembilan belas, sejak para sarjana dapat membuka kunci rahasia Huruf Hieroglyph, huruf bangsa Mesir Purba itu.
Dari hasil penyelidikan yang baru berusia 165 tahun itu-lah didapat ceritera tentang orang besar Mesir yang bernama Oziris itu. Dan ajaran-ajaran Oziris yang didapat dari huruf-huruf Kuno itu bertemu pokok ajaran Tauhid. Cuma setelah lama kemudian sepeninggal dia, setelah pada mulanya hakim-hakim mengakui bahwa jasanya sangat besar, maka beliau di tempatkan di tempat yang Maha Tinggi di alam lain, yang pada akhirnya dipertuhankan, dipuja dan disembah (Sumber : Tafsir Al Azhar).
Dengan mengkaitkan Nabi Idris sebagai Oziris, jika dilihat dari masa kehidupannya, diperoleh informasi sebagai berikut :
1. Nabi Adam
Diperkirakan masa kehidupannya, sebelum 200.000 tahun yang lalu, bahkan ada pendapat yang mengatakan beliau telah ada sejak jutaan tahun yang lalu (silahkan baca : Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza dan MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI).
2. Nabi Idris
Diperkirakan masa kehidupannya, sebelum 70.000 tahun yang lalu.
3. Nabi Nuh
Diperkirakan masa kehidupannya, sebelum 13.000 tahun yang lalu (silahkan baca : Patung Spinx, bukti arkeologis bencana Nuh 13.000 tahun yang silam dan Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia)
Pendapat yang mengatakan, sesungguhnya Nabi Idris adalah leluhur dari Nabi Nuh mungkin ada benarnya. Akan tetapi jarak diantara keduanya, bukan hanya 3 atau 4 generasi (seperti yang dipahami selama ini), melainkan telah mencapai jarak puluhan, bahkan mungkin ratusan generasi.
“Dan ingatlah di dalam Kitab darihal Idris. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat benar, lagi seorang Nabi” (QS. Maryam (19) ayat 56).

Available link for download

Saturday, December 31, 2016

Misteri Di Balik Cover Majalah Tempo

Misteri Di Balik Cover Majalah Tempo


Cover Majalah Tempo yang penuh Misteri




Kali ini saya mau mencoba Kupas Tuntas terkait Cover Majalah Tempo yang terbit tanggal 7 April 2014 beberapa bulan lalu, yang menjadi perbincangan hangat di social media dan situs yang paling aktif penggunanya di dunia maya, KasKus misalnya. Cover yang diterbitkan sebelum hari pencoblosan pada 9 April itu memuat gambar calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo dan calon presiden dari Gerindra Prabowo Subianto.

Berbagai tafsiran yang muncul pun beragam, mulai dari laki-laki bermata tiga yang disebut Dajjal, hingga perempuan di bawah Prabowo yang disebut Sadako.

Saking hebohnya cover tersebut, saya mencoba untuk mengumpulkan informasi untuk Anda. Informasi ini dikumpulkan tidak dengan tangan kosong alias asal menebak, tapi saya berusaha mendapatkan infonya dari sumber-sumber yang terlibat dengan pembuatan cover tersebut. Sebagian adalah tafsiran tandingan untuk Anda dari saya sendiri.

Berikut hasil informasi yang Kami kumpulkan.

Pertama, turunkan dulu ekspetasi Anda mengenai cover Majalah Tempo. Bagi sebagian dari Anda yang percaya ada Dajjal dalam cover tersebut, sungguh akan mudah dipatahkan dari penemuan Kami ini, apalagi bagi Anda yang merasa melihat Sadako di cover tersebut.

Menurut informasi yang dirangkum, tim Majalah Tempo telah mendiskusikan (dengan santai) terlebih dahulu cover tersebut sebelum terbit. Ini merupakan kebiasaan umum di Tempo, semua rubrik, tulisan, opini, bahkan cover akan dibawa ke rapat ruang redaksi. Begitu juga dengan cover ini.

Karena itu, cover ini adalah hasil rembukan semua anggota rapat redaksi, mulai dari pemred, redaktur eksekutif, hingga redaktur pelaksana.

Simbol-simbol: 
Seruling, tentu saja ini adalah symbol yang menunjukkan bahwa capres-capres ini berusaha untuk ‘mendendangkan’ rayuan-rayuan pada para partai peserta politik untuk mendukungnya pada saat Pilpres beberapa bulan lalu.


Baju putih. Jika Anda perhatikan bahwa Jokowi dan Prabowo akhir-akhir ini sering menggunakan baju putih, bahkan saat pendaftaran, ya prediksi saya, tim Tempo sudah melihat kebiasaan ini sejak lama, biasanya symbol putih ini digunakan untuk menyatakan, bahwa capres tersebut netral bisa menerima partai dengan latar belakang ideologi apa pun, baik islam, nasionalis, maupun yang setengah-setengah hehe.

3. Simbol metal di tangan Jokowi, sebenarnya ini hanya ciri khas dari Gubernur DKI Jakarta yang menyukai band Metallica.

4. Pendukung berseragam merah. Ada yang bapak tua dan tak berkepala. Bapak tua, menurut prediksi Saya dan hasil penelusuran, mereka adalah elit-elit PDIP yang sebenarnya tak happy jika Jokowi menjadi capres PDIP. Rumor mengenai elit PDIP ini sudah kita dengar, mereka awalnya tak berani memberi dukungan pada Jokowi, tapi menunggu ‘petunjuk ibu’ alias petunjuk Ketua Umumnya Megawati Soekarno Putri. Menurut salah satu pendukung Jokowi di internal partai, para elit ini sudah merasa nyaman dengan posisinya di partai berlambang banteng moncong putih tersebut, hingga mereka tak punya nyali untuk berada di barisan terdepan mendukung Jokowi. Kalau pun ada yang mendukung, mereka tak menunjukkan jati dirinya, mungkin digambarkan dengan pria berjas merah yang tanpa kepala.

  • Orang-orang asing yang menghiasi cover. Tebakan Anda benar soal ini, bahwa negara-negara asing sebelumnya telah melihat potensi Jokowi menjadi tokoh masa depan, apalagi sejak dia dianugerahi sebagai walikota terbaik di dunia. Di situ terlihat gambar perempuan berambut putih, beberapa menyebut dia adalah Ratu Elizabeth, atau mungkin Hillary Clinton? Who knows.
Kiri : Mirip Hatta Rajasa. Kanan : Mirip Ratu Elizabeth/Hillary clinton
  • Pria-pria berjas warna-warni yang mengantri di depan Jokowi. Gambar ini menunjukkan prediksi Tempo mengenai tokoh-tokoh yang pada waktu cover ini dibuat berusaha mendekati Jokowi. Salah satunya adalah pria berjas biru yang berambut putih dan mengangkat tangan, tapi wajahnya tertutupi. Menurut tebakan Saya dia adalah Hatta Rajasa. Kenapa Hatta? Karena sesungguhnya politisi PAN ini diisukan pernah mendekati Megawati secara diam-diam agar bisa bersanding dengan Jokowi. Hatta, menurut kabar yang belum bisa diverifikasi, bahkan menawarkan sejumlah dana untuk menanggung kampanye pilpres. Kalau soal dana ini masuk akal kan, karena bersama Prabowo saja, Hatta bagi-bagi tanggungan dana kampanye, 40:60.
  • Di depan Jokowi juga nampak pria berjas hijau dan berkopiah, dia adalah Suryadharma Ali. Menurut prediksi, tim Tempo saat itu menduga PPP akan merapat ke Jokowi, tapi seperti di gambar itu, pria berjas hijau itu tampak tak bersemangat, mungkin karena belum deal ya. Kalau sama Pak Prabowo kan udah deal dan sudah dapat kursi. Toh PPP juga sempat pecah waktu itu, sebagian mendukung kubu Jokowi, sebagian mendukung kubu Prabowo.
  • Pria gendut yang berbaju hitam melambai-lambai, sesungguhnya sosok ini mirip sekali dengan Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq. Ini mungkin hanya perasaan saja ehhehe. Tapi kalau benar, itu berarti sudah ada informasi sejak cover ini dibuat, jika PKS akan merapat ke Gerindra jauh-jauh hari.
Mirip Luthfi Hasan Ishaq
  • Laki-laki yang memakai jam tangan. Pertama laki-laki berjas biru yang memakai jam tangan, kami tebak jam tangannya bermerek Rolex, sebab sosok pria itu mirip sekali dengan Presiden PKS saat ini Anis Matta. Terbukti Anis Matta saat ini mendukung Prabowo maju sebagai presiden. Lalu pria kedua adalah Jenderal Moeldoko dan ‘jam tangan mewahnya’ yang sempat dia banting itu, gara-gara ditulis media Singapura. Posisi Moeldoko saat itu adalah memantau kedua kandidat, sebagai seorang panglima TNI ia memang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan tanah air.
Kiri Biru: mirip Anis Matta Kanan: mirip Muldoko
  • Nah mari kita bahas bagian horrornya, pria bermata tiga, dan perempuan berambut panjang. Baiklah bagi yang percaya inikonspirasi Yahudi sebaiknya anda bersiap-siap kecewa.Pria yang bermata tiga itu menggambarkan intelejen. Dalam setiap Pilrpes tentu saja, ada yang mengawasi, yakni intelejen. Ingatkah Anda siapa saja jenderal-jenderal yang mendukung Jokowi? Salah satunya adalah mantan Ketua Badan Intelejen Nasional Hendropriyono. Nah saudara-saudara, intelejen dalam hal pemilu ini pasti akan ikut ‘nongkrong’ di antara kampanye, acara amal, dan berbagai rapat-rapat pemenangan pemilu. Begitulah sosok intelejen digambarkan dalam cover ini. Kalian para capres, pasti terus mereka awasi. Lalu siapa perempuan yang kalian sebut Sadako itu? Pemirsa… dia adalah staf biasa dari Prabowo. Alkisah konon Tempo berkunjung ke rumah Prabowo, di rumah itu semua asistennya laki-laki. Dan tiba-tiba muncullah seorang perempuan. Usut punya usut, ternyata dia adalah satu-satunya perempuan yang menjadi staff Prabowo. Kontan, perempuan ini menarik perhatian tim Tempo, dan hingga saat ini sosoknya masih misterius. Akankah dia menjadi Ibu negara kita jika Prabowo pada saat pilpres kemarin terpilih jadi presiden? (just kidding guys)
Mata 3 menggambarkan Intelejen dan Perempuan misterius diduga staff prabowo
  • Sosok selanjutnya adalah pemilik Republik Cinta si Ahmad Dhani, yang ini tidak perlu Kami jelaskan bukan? Karena gelagat Ahmad Dhani untuk mendukung Prabowo sudah bisa tercium tim Tempo dari awal. Tapi sosok ini juga mirip dengan salah satu designer graphis Tempo, kemungkinan wajahnya hanya ditempel untuk meramaikan cover.
Mirip Ahmad Dhani
  • Yang terakhir, bersiap-siaplah kembali kecewa dengan prediksi Anda yang muluk-muluk. Tengoklah dengan sangat seksama beberapa wajah yang terpampang di cover. Anda akan menemukan wajah-wajah pimpinan redaksi Tempo. Yupz betul. Coba perhatikan dua pria berkacamata yang berjambang dan yang berkaus oranye. Pria berkacamata yang berjambang menggunakan kemeja putih tersebut adalah Arif Zulkifli alias Azul. Dia adalah pimpinan redaksi (pemred) Majalah Tempo. Sedangkan pria di sebelah Azul adalah Budi Setyarso, dia adalah redaktur senior yang membidangi desk nasional di Majalah Tempo. Keduanya adalah orang-orang yang terlibat dalam pembuatan cover ini. Ada juga pria dengan kacamata dan jambang yang baru saja dicukur, posisi di bawah Azul. Wajah pria ini tak bisa dielakkan mirip dengan mantan Pemred Majalah Tempo Thoriq Hadad. Konon ada juga wajah dedengkot Tempo Bambang Harymurti (BHM) di cover tersebut, tapi tim Kami sulit menemukan, di sebelah mana kah sosok BHM? Ada yang tahu? Wajah-wajah redaktur senior Tempo ini bukan sekali ini saja muncul, dalam beberapa cover mereka juga kerap muncul. Coba Anda tengok edisi 100 Surga Tersembunyi Indonesia, wajah mereka juga muncul di cover. Dan kemunculan wajah-wajah mereka di cover kali ini di depan Prabowo bukan berarti mereka mendukung mantan Jenderal Kopassus yang dianggap bertanggungjawab melenyapkan puluhan aktivis pada tahun 1998 itu, melainkan hanya untuk hiasan cover semata.
  • Gedung-gedung yang menjadi latar belakang. Tidak ada yang istimewa dari gedung-gedung itu, itu hanya gedung-gedung pencakar langit yang sangat popular di Jakarta. Kecuali Anda menemukan ada gedung Kementerian BUMN atau Bank Pelat Merah yang terpampang di cover itu. Itu lebih menarik. Sebab konon untuk menjadi calon presiden dibutuhkan uang triliunan, dan menggarong duit dari proyek-proyek BUMN adalah salah satu cara untuk mendapatkan dana tersebut. Sepertinya kalau isu terakhir ini, tim investigasi Tempo yang akan menelisiknya. Ehhehe :D
Demikian analisa terkait Misteri Cover majalah Tempo, semoga bermanfaat...

Available link for download

Wednesday, October 12, 2016

Misteri Pasir Pemangsa atau Pasir Hisap

Misteri Pasir Pemangsa atau Pasir Hisap





Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur. Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia. Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yang indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup.





Namun, sebagian besar orang kerap tidak pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar.


Akan larut jika permukan Quicksand terganggu


seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hidup sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.

Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yang melukiskan pemandangan pasir hidup yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru. Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket. Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yang pas di permukaannya.




Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat. Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yang jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.


Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil

Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hidup umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hidup tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga. Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut.



Setelah dikalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yang terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang. Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hidup “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu. Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hidup tersebut untuk sementara waktu.



Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap

Sebenarnya sebagian besar pasir hidup tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yang sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.

Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hidup dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hidup hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yang terperangkap.




Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hidup, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.

Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hidup tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur.







Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hidup, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.

Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap. Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.

Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar. Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya. “Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature edisi 29 September.


Sabar dan tenang

“Yang paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.

Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn. Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.

Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.

Available link for download

Thursday, September 22, 2016

MISTERI ARKEOLOGIS di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI

MISTERI ARKEOLOGIS di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI


Di awal abad ke-21 ini, Kaum Evolusionis sedang menghadapi dilema yang sangat berat, yaitu mereka harus mengakui TEORI EVOLUSI telah RUNTUH, atau berkeyakinan KERA-KERA PURBA adalah Para PENAMBANG BESI, yang gemar MEMAHAT BATU.
Penemuan Kebudayaan Jutaan Tahun
Pada tahun 1865 di pertambangan Abbey Nevada USA, ditemukan dalam satu gumpalan bijih logam berbentuk skrup besi sepanjang 2 inci (= 5 cm). Benda hasil karya manusia ini, telah ber-oksidasi dan meninggalkan bentuk fosil, yang diperkirakan berusia jutaan tahun.
Penemuan Hasil Karya Manusia, yang usianya sangat tua juga ditemukan di beberapa tempat, diantaranya :
1. Di gurun Gobi juga ditemukan bekas tapak sepatu (sandal?) dan diperkirakan berumur beberapa juta tahun.
2. Di satu pertambangan di Peru ditemukan paku besi ter-benam dalam karang. Sebelum kedatangan orang-orang Spanyol ke Amerika, paku besi tidak dikenal. Fosil paku ini diperkirakan berusia jutaan tahun.
3. Di Desa Schondorf Austria di-temukan besi bentuk kubus (panjang dan lebar kurang dari 1 cm) di dalam gumpalan batu-bara yang pecah. Kubus ini beralur disekelilingnya dan tepi alurnya rata. Benda ini seolah – olah merupakan bagian dari peralatan mesin, dan diperkirakan ber-umur jutaan tahun.
4. Pada barisan-barisan karang yang ada di Amerika Utara dan Selatan ditemukan banyak petroglyph (pahatan/ukiran pada batu) yang memperlihatkan gambar-gambar dinosaurus.
5. Pada tahun 1924 Doheny Expedition menemukan petroglyph (pahatan) yang amat purba di Havasupai dekat Grand Canyon USA. Satu gambar memperlihatkan orang-orang menyerang mammoth (gajah purba). Gambar lain memperlihatkan seekor tyrennosaurus (kadal purba raksasa) sedang ber-diri bertumpu pada ekornya.
6. Petroglyph-petroglyph yang ditemukan sepanjang sungai Amazon serta anak-anak sungainya, memperlihatkan gambar-gambar binatang purba khususnya stegosaurus.
7. Tapak-tapak kaki dinosaurus ditemukan di dasar sungai Paluxy dekat Glen Rose Texas USA berdampingan dengan tapak-tapak kaki manusia.
Sumber : kaskus.us
Jejak kaki manusia yang berumur 3,6 juta tahun di Laetoli, Tanzania (harunyahya.com)
Temuan arkeologis berumur jutaan tahun ini, sekaligus meruntuhkan Teori Evolusi, yang selama ini dijadikan pedoman berkenaan dengan sejarah umat manusia :
Menurut perkiraan evolusionis, manusia modern saat ini bermula dari sesosok mahkluk mirip kera, yang disebut Australopithecus (hidup pada sekitar 4 juta tahun sampai dengan 1 juta tahun yang lalu).
Australopithecus adalah sejenis kera yang telah punah, dan mirip dengan kera masa kini. Volume tengkorak mereka adalah sama atau lebih kecil daripada simpanse saat ini. Terdapat bagian menonjol pada tangan dan kaki mereka yang mereka gunakan untuk memanjat pohon, persis seperti simpanse sekarang, dan kaki mereka terbentuk untuk mencengkeram dan bergelantung pada dahan pohon.
Yang membedakan mereka dengan kera, meskipun mereka memiliki anatomi sangat mirip kera, tetapi mereka bisa berjalan tegak.
Sumber : HarunYahya.com
Para pendukung Teori Evolusi Darwin, berkeyakinan pada sekitar 1 juta tahun yang lalu, nenek moyang manusia sama sekali belum berbudaya, mereka saat itu masih asyik bertengger di atas pohon-pohon, sambil sesekali turun ke tanah, untuk mencari biji-bijian yang bisa dimakan.
Dan ketika temuan arkeologis umat manusia, berumur jutaan tahun ditemukan…
Kaum Evolusionis hanya bisa terdiam seribu bahasa.
Dalam meng-analisis Misteri Kebudayaan, yang berumur jutaan tahun ini, setidaknya terdapat tiga pendapat, yaitu :
1. Peninggalan jutaan tahun tersebut, adalah berasal dari makhluk berakal, sebelum turunnya Nabi Adam (Diperkirakan kemunculan Nabi Adam, bersamaan dengan keberadaan, Homo Sapiens, pada sekitar 200.000 tahun yang silam). Makhluk sebelum Adam ini, memiliki tabiat suka berperang dan membuat kerusakan di bumi. Pendapat ini, didasarkan kepada dialog antara Allah dengan para malaikat, sebelum diciptakannya Nabi Adam :
”Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka Bumi. Malaikat berkata : mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Tuhan mengatakan : Sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya” (QS. Al Baqarah (2) ayat 30).
2. Peninggalan jutaan tahun tersebut, sejatinya berasal dari Bani Adam, atau dengan kata lain, mereka berpendapat kehadiran Nabi Adam, sudah mencapai jutaan tahun lamanya. Hal ini semakin dipertegas dengan hadits yang menceritakan bahwa, tinggi dari Nabi Adam mencapai 60 Hasta atau sekitar 30 Meter (silahkan baca Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza), dimana proses untuk menjadi keadaan manusia sekarang, dengan tinggi sekitar sekitar 1,5 m – 2,0 m, tentu diperlukan waktu yang sangat lama.
3. Peninggalan jutaan tahun tersebut ada yang berasal dari Bani Adam, yang sesungguhnya telah berbudaya selama jutaan tahun lamanya, akan tetapi ada juga yang berasal dari makhluk berakal sebelum Adam, sebagaimana yang disampaikan oleh para malaikat, sebagai makhluk yang gemar berbuat onar dan berperang.
Dari ketiga pendapat di atas, ada satu persamaan bahwa jarak dari masa kehidupan Nabi Adam hingga sampai kepada bencana Nuh, yang terjadi sekitar masa 11.000 SM (silahkan baca, Patung Spinx, bukti arkeologis bencana Nuh 13.000 tahun yang silam dan Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia), memiliki rentang waktu yang sangat lama, yakni mencapai ratusan ribu bahkan jutaan tahun.
Dengan demikian, adalah wajar, apabila ada pendapat yang mengatakan, sebelum terjadinya bencana global di masa Nabi Nuh, manusia sesungguhnya telah mencapai peradaban teknologi yang sangat tinggi.

Available link for download