Showing posts with label mengenal. Show all posts
Showing posts with label mengenal. Show all posts

Tuesday, March 21, 2017

Mengenal bagian bagian Televisi CRT

Mengenal bagian bagian Televisi CRT


ABL
ABL (Automatic Brightness Level) yaitu rangkaian yang berfungsi untuk mengontrol brightness (Cahaya) secara otomatis. Ciri-ciri rangkaian ABL; dari salah satu jalur kaki flyback langsung diberi kapasitor milar ke Ground dan ada resistor 2-3 buah yang disambung seri nilainya antara 68K – 150K dari B+ 110V.

AUDIO OUTPUT
Audio output adalah bagian penguat suara. Tugasnya menguatkan suara/mengeraskan suara. Audio output ini biasanya menggunakan komponen IC, ada stereo ada mono.

CHROMA/MATRIX (Pembangkit Warna)
Chroma atau disebut juga Matrix adalah rangkaian untuk pembangkit warna.Rangkaian RGB adalah bagian dari chroma. Chroma dibuat dalam bentuk IC. Pada TV model lama bagian chroma,osilator,IF ada IC sendiri-sendiri atau terpisah, sedangkan TV model sekarang sudah menjadi satu dalam IC. Chroma adalah membangkitkan warna yang diproses dalam IC. Lalu RGB out adalah hasil dari chroma yang diberikan ke bagian penguat akhir  (Blok RGB). Tegangan RGB out dari IC ini adalah 4 Volt DC. Jika output dari IC ini tidak ada maka warna tidak muncul bahkan layar bisa gelap.

DEFLEKSI (YOKE)
Defleksi atau yoke adalah kumparan kawat tembaga yang berfungsi membuka layar secara vertikal dan horizontal. Jadi defleksi terdiri dari 2 macam kumparan yaitu vertikal dan horizontal. Kawat vertikal ada diluar dan kawat horizontal ada didalam. Kawat horizontal sering terbakar dan bisa menyebabkan transistor horizontal mati. Yoke yang terbakar mengakibatkan lebar gambar kanan dan kiri berkurang. Jika defleksi terbakar segera ganti baru karena sudah tidak bisa dipakai lagi, bila dipakai maka akan merusak rangkaian horizontal terutama dibagian output.
Bila mau mengganti defleksi/yoke maka yang pertama diperhatikan adalah hambatan kawat horizontal yaitu 1–2ohm. Sebab kalau hambatan horizontal ini lebih besar selisihnya maka lebar gambar kanan dan kiri akan berkurang banyak dan ini sulit untuk diakali. Hambatan kawat vertikal yaitu antara 16-20ohm. Untuk kawat vertikal ini kalau bisa juga jangan selisih banyak. Kalau terpaksa tidak ada yang mendekati dgn hambatan aslinya tidak masalah karena vertikal masih bisa di akali. Tetapi lebih baik usahakan hambatannya yang mendekati asliny agar tidak kesulitan setting layar. Menentukan pin vertikal dan pin horizontal yaitu pin vertikal didepan dan pin horizontal dibelakang dengan gulungan kawatnya lebih banyak.

DEGAUSING
Degausing adalah lilitan kawat tembaga yang dibuat secara rapi dan dibungkus isolasi hitam yang melingkari tabung dan berfungsi untuk mengendalikan / melindungi tabung agar tidak mudah terkena magnet. Lilitan degausing ini ukuran standarnya yaitu 15 ohm – 20 ohm. Kalau dibawah 15 ohm berarti short/konslet.

DRIVER HORIZONTAL
Driver horizontal adalah penguat osilator horizontal. Driver horizontal terdiri dari dua komponen saja yaitu transistor dan trafo IT. Transistor yang digunakan untuk driver horizontal adalah jenis NPN dgn kode C atau D. Tegangan Basis transistor ini asalnya dari IC osilator yang tertulis H-OUT sebesar 2V. Tegangan kolektor sebesar 50V berasal dari tegangan B+ 110V melalui resistor. Tegangan kolektor ini sebagai input trafo IT kemudian output IT menjadi tegangan AC sebesar 0,5 – 2V. Tegangan AC inilah kuncinya untuk mengetahui mesin TV hidup atau belum. Tegangan ini kemudian ke Basis Transistor output horizontal (panel horizontal) yang akan membangkitkan kerjanya flyback.

FLYBACK
Flyback adalah sebuah kumparan yang berfungsi untuk membangkitkan tegangan tinggi sebesar 20.000v – 25.000v (20 –25 KV) yang diberikan ke anoda tabung. Flyback dapat bekerja apabila ada tegangan sebesar 110V dan ada sinyal dari rangkaian horizontal. Flyback ada 3 kabel yaitu kabel untuk menyalurkan tegangan 25KV (yang ada kopnya), kabel fokus (dengan tegangan sebesar 3000 Volt) dan kabel screen (sebesar 500 Volt). Contoh cara mengukur Flyback: Goldstar/Akari (154-064P atau 154-177B): Colektor _ 180v _ B+ _ Ground _ 16v _ 24v _ 40v _ ABL _ Heater _ AFC

Langkah persiapan:
1.Multitester pada posisi ohm,X1,X10,atau X100. Usahakan jangan posisi X1K atau 10K karena sangat peka sehingga untuk mengukur pin flyback jarum akan
bergerak sedikit semua.Membuat anda bingung.

2.Pada Pin COL,180V,B+ adalah saling berhubungan. Jadi jika di ukur pin Colector,180V,dan B+,jarum  harus bergerak. Jika salah satu tidak bergerak berarti flyback rusak.

3.Pin B+,180V,Colektor tidak boleh terhubung dengan pin Ground – 16V – 24V – 40V – ABL – HT – AFC. jika diukur jarum tidak boleh bergerak. Jika jarum bergerak berarti flyback rusak.

4.Ukur pin Ground dengan pin lainnya yaitu 16V,24V,40V,HT,AFC secara bergantian. Jarum harus bergerak, jika salah satu tidak bergerak berarti flyback rusak.

5.Pin ABL tidak boleh hubung dgn pin manapun. Jadi khusus pada pin ABL jika diukur dengan semua pin tidak boleh hubung. Jika jarum bergerak berarti flyback rusak.

Cara Mengetahui Flyback Rusak;
Secara fisik :
1. Flyback terlihat pecah/retak di bodinya
2. Flyback bau terbakar/mengeluarkan asap dari bodinya
3. Flyback menyemburkan api biru dari bodinya. Artinya flyback ini masih hidup tetapi bocor,maka perlu ganti.

Secara non fisik :
1. Transistor panel horizontal cepat panas jika TV dihidupkan baru beberapa menit atau bahkan baru beberapa detik saja. Dalam hal ini ada 2 kemungkinan yang rusak yaitu flyback atau defleksi/yoke.
2. Tegangan B+ 110V jadi short (tidak keluar), padahal semua komponen regulator diukur normal. Baik primer maupun sekundernya.

OSILATOR ( Pembangkit Frekuensi )
Osilator adalah pembangkit frekuensi atau sinyal yaitu ada sinyal osilator horizontal dan sinyal osilator vertikal.
Tugasnya sendiri-sendiri, osilator horizontal membangkitkan sinyal horizontal sebesar 15,625 KHz. Osilator vertikal membangkitkan sinyal vertikal sebesar 50 Hz.
Sinyal horizontal lebih besar dibanding sinyal vertikal. Karena sinyal horizontal digunakan untuk membangkitkan kerja flyback,  Jadi flyback dapat bekerja harus ada tegangan 110 VDC dari regulator dan sinyal dari osilator horizontal. Bila salah satu tidak normal maka flyback tidak dapat bekerja sehingga mesin TV mati total. Dari keterangan diatas dapat kita simpulkan bahwa mesin TV bisa hidup harus ada tegangan 110V dan sinyal horizontal. Walaupun bagian lain belum normal, misalnya vertikal mati atau bagian chroma bermasalah atau bagian IF bermasalah tetapi mesin TV sudah bisa hidup walaupun layar gelap dan tidak ada gambar. Oleh karena itu bagian regulator & horizontal merupakan jantungnya mesin TV, harus hidup lebih dahulu. Untuk TV model baru mulai tahun 2000 keatas, karena banyak protektornya maka bila
salah satu bagian tidak bekerja sempurna, otomatis mesin TV akan mengalami protek/mati (hanya lampu indikator yang nyala). Jadi reparasi mesin TV yang banyak proteknya lebih sulit dan  butuh ketelitian.
Kembali ke masalah osilator..

OUTPUT HORIZONTAL
Output Horizontal atau disebut juga panel horizontal adalah kelanjutan dari driver horizontal yang akan membangkitkan kerjanya flyback. Tegangan yang dikeluarkan dari driver horizontal diteruskan ke output ini yaitu ke Basis Transistor panel.  Selain membangkitkan flyback, juga sebagai output ke defleksi.

PENGUAT VIDEO
Penguat video adalah bagian yang berfungsi menguatkan video.Bagian penguat video ini sebenarnya terbagi 3 bagian yaitu video IF, Video Detektor dan Video Driver. Masing-masing bagian mempunyaifungsi sendiri-sendiri. Diantaranya
berikut ini :
Video IF/ Penguat IF ( Intermediate Frequency), berfungsi menguatkan sinyal-sinyal yang diterima dari mixer, kemudian diteruskan ke video detektor.  Video detektor, berfungsi mendeteksi sinyal gambar dan suara kemudian diteruskan ke video driver.
Sinyal pembawa gambar dideteksi hingga keluar sinyal pembawa gambar yang frekuensinya 15 KHZ-5 MHZ.
Sinyal pembawa suara dideteksi hingga keluar sinyal pembawa suara baru 5,5 MHZ (FM).
Video driver berfungsi memisahkan sinyal pembawa suara, sinyal gambar dan sinyal sincronisasi.
Sinyal gambar diteruskan ke video output.
Sinyal suara diteruskan ke sound IF amplifier.
Sinyal sinkronisasi diteruskan ke sinkronisasi separator.

PROGRAM & MEMORY
Program adalah rangkaian untuk mengendalikan semua settingan gambar, misalnya chanel, volume, brightness, contras, warna dan sebagainya. Semua diatur dan dikendalikan oleh rangkaian IC program. Lalu data-data disimpan di IC memori. Tegangan yang dibutuhkan oleh IC program dan memori ini adalah 5 Volt.

REGULATOR
Regulator/power supply /adaptor pada mesin TV menggunakan sistem Acematic. Maksudnnya acematic adalah
tidak menggunakan trafo step down (penurun tegangan AC). Tetapi mengunakan dioda tegangan tinggi sebagai penyearah dan kondensator elko. Kemudian untuk membagi tegangannya menggunakan trafo coper. Penguat regulatornya menggunakan transistor atau STR. Sistem acematic tegangan yang dihasilkan lebih bagus dan stabil. Regulator ini tugas yang paling pokok adalah mengeluarkan tegangan 110 Volt untuk menyuplai flyback.

Selain tegangan 110V ada juga teganganyang lain yaitu 12Vuntuk menyupply IC osilator, tuner atau lainnya. Lalu tegangan 5V untuk keperluan IC program. Tegangan 5V ini juga tugas pokok dari regulator. Jadi kalau mesin TV mati total, langkah awal yang dilakukan adalah cek tegangan dari regulator yaitu 110V, 12V, 5V. Ketiga tegangan tsb adalah sumber tegangan paling utama pada mesin TV.  Jika ketiga tegangan tsb sudah normal, tetapi mesin TV masih mati maka langsung cek tegangan output dari trafo IT keluar tidak.  Jika tidak keluar berarti sudah jelas masalahnya di bagian osilator.
BLOK RGB (Penguat Akhir Warna)
Blok RGB adalah rangkaian penguat akhir warna. Tegangan pada rangkaian RGB ini sebesar 180 vdc. Rangkaian RGB model lama ada beberapa trimpot untuk setting warna. Kalau TV model baru sudah menggunakan program yang disebut program “Servis Mode”. Di rangkaian blok RGB ada beberapa tegangan diantaranya Teg Heater (H), Teg Katoda Biru (KB), Teg Katoda Merah (KR), Teg Katoda Hijau KG), Teg Screen, Teg Fokus. Masing-masing tegangan diberikan ke katoda tabung melalui soket yang disebut soket CRT atau soket tabung. Berapa saja tegangan masing-masing katoda?
Heater = 6 Volt AC
KB,KR,KG = 90 – 125 Volt DC
Screen = 250 – 500 Volt DC
Fokus = 3000 Volt DC

TUNER
Tuner berfungsi untuk menangkap sinyal gambar dan suara dari pemancar. Di dalam tuner ada 3 bagian yaitu RF, osilator dan mixer. Osilator bertugas membangkitkan frekuensi. Sebenarnya yang berfungsi menangkap sinyal gambar dan suara adalah RF.  Kemudian diteruskan ke mixer. Mixer akhirnya menghasilkan frekuensi baru, kemudian di filter menjadi 2  frekuensi yaitu 38,9 MHZ dan 33,4 MHZ. Frekuensi 38,9 MHZ adalah frekuensi pembawa gambar. Frekuensi 33,4 MHZ adalah frekuensi pembawa suara. Kedua frekuensi tersebut kemudian diteruskan ke penguat video IF.

VERTICAL OUTPUT
Vertikal output adalah rangkaian penguat vertikal bagian output (keluaran). Tegangan B+ IC vertikal output ini adalah 24V. Lalu tegangan output / keluaran yang menuju defleksi adalah 12 – 16 Volt DC. Bila ditemui kasus TV gambarnya hanya garis mendatar ukurlah tegangan output vertikal yang menuju defleksi ada atau tidak. Tegangan harus dibawah 20V yaitu 12 – 16V. Bila tegangan lebih dari 20V maka layar juga akan garis mendatar saja. Bila tegangan output tidak ada sama sekali, ukur dulu tegangan B+ nya 24V ada atau tidak. Kemudian seandainya gambar kurang lebar atas bawah, cek saja kondensator/elko-elko bagian output, biasanya kering. Selain elko cek juga resistornya atau langsung ganti baru saja resistornya. Jangan lupa cek juga trimpotV-Size & V-Line yang berfungsi mengatur lebar gambar atas bawah, pada TV model lama pasti ada. Trimpot tsb sering rusak. Kalau TV model baru, buka dulu servise mode-nya dengan menggunakan remot asli dan tombol TV, kadang berubah setingan.

sumber: https://ajangelektronik.wordpress.com/2013/02/24/mengenal-bagian-bagian-televisi-crt/

Available link for download

Monday, March 20, 2017

Mengenal Transistor

Mengenal Transistor


Transistor adalah komponen semikonduktor. Fungsi transistor yakni sebagai penguat, sebagai pemutus dan penyambung (saklar), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal dan bebagai fungsi lainnya. Transistor pun dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Fungsitransistor sebagai saklar. Dengan mengontrol bias dari transistor hingga komponen ini menjadi jenuh, akan menyebabkan seolah-olah diperoleh hubungan singkat diantara emitor dan kaki kolektor. Fenomena inilah yang dapat dimanfaatkan hingga transistor bisa dipakai sebagai saklar elektronika.

Fungsi transistor sebagai  penguat arus. Berdasarkan fungsi ini membuat transistor dapat digunakan dalam rangkaian power supply yang tegannya diset. Dalam keadaan tersebut transisor haruslah terlebih dahulu dibias dengan tegangan yang konstan pada basisnya, tujuannya biar pada emitor menghasilkan tegangan yang tetap. Umumnya yang dipakai untuk mengontrol tegangan basis agar tetap adalah dioda zener.

Fungsi transistor untuk menguatkan sinyal AC. Selain sebagai penguat arus, transistor juga bisa digunakan sebagai penguat tegangan pada sinyal AC. Untuk pemakaian transistor sebagai penguat sinyal digunakan beberapa macam teknik pembiasan basis transistor. Dalam bekerja sebagai penguat sinyal AC, transistor dikelompokkan menjadi beberapa jenis penguat, yaitu: penguat kelas A, penguat kelas B, penguat kelas AB, dan kelas C.


Cara Menguji Transistor dengan Multitester

1. Menguji transistor jenis NPN
Sakelar jangkah pada x100 ,
  • Penyidik hitam pada Basis, Penyidik merah pada Kolektor, jarum harus bergerak ke kanan
  • Penyidik hitam tetap pada Basis, Penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum harus bergerak ke kanan lagi. 
  • Penyidik merah dipindah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus tidak bergerak
  • Penyidik merah tetap pada Basis Penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak bergerak. 


 

    Saklar jangkah pada 1 k, 
    • Penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah pada emitor, jarum harus sedikit bergerak ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak bergerak. 



       2. Menguji transistor jenis PNP
      Sakelar jangkah pada x100
      • Penyidik hitam pada Basis, Penyidik merah pada Kolektor, jarum harus tidak bergerak
      • Penyidik hitam tetap pada Basis, Penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum harus tidak bergerak
      • Penyidik merah dipindah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus bergerak
      • Penyidik merah tetap pada Basis Penyidik hitam dipindah ke Emitor harus bergerak. 
      Saklar jangkah pada 1 k, 
      • Penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah pada emitor, jarum harus sedikit bergerak ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak bergerak.
      Kesimpulan : Apaila salah satu peristiwa/pengujian diatas tidak terjadi, maka kemungkinan transistor rusak, dan dengan cara pengujian diatas kita juga bisa menentukan posisi/letak kaki-kaki tranistor (basis, kolektor dan emitor)



      3. Menguji Transistor FET
      Penentuan jenis FET dilakukan dengan saklar jangkah pada x100 penyidik hitam pada Source dan merah pada Gate. Bila jarum menyimpang, maka janis FET adalah kanal P dan bila tidak, FET adalah kanal N


      Kerusakan FET dapat diamati dengan rangkaian pada gambar diatas. Dengan Mengunakan potensiometer dan dirangkai seperti gambar, Saklar Jangkah diletakkan pada x1k atau x10k, potensio pada minimum, resistansi harus kecil. Bila potensio diputar ke kanan, resistansi harus tak terhingga. Bila peristiwa ini tidak terjadi, maka kemungkinan FET rusak




      4. Menguji Transistor UJT
      Cara kerja UJT (Uni Junktion Transistor) adalah seperti switch, UJT kalau masih bisa on off berarti masih baik.

      Saklar Jangkah pada 10 VDC dan potensio pada minimum, tegangan harus kecil. Setelah potensio diputar pelan-pelan jarum naik sampai posisi tertentu dan kalau diputar terus jarum tetap disitu. Bila jaum diputar pelan-pelan ke arah minimum lagi, pada suatu posisi tertentu tiba-tiba jarum bergerak ke kiri dan bila putaran potensio diteruskan sampai minimum jarum tetap disitu. Bila peristiwa tersebut terjadi, maka UJT masih baik.



      Jika Merasa Artikel ini Bermanfaat, Mohon Tinggalkan Komentar Di bawah. Terima Kasih
      .
       
       

      Available link for download

      Monday, March 6, 2017

      MENGENAL dan MENGUKUR KOMPONEN ELEKTRONIKA RESISTOR

      MENGENAL dan MENGUKUR KOMPONEN ELEKTRONIKA RESISTOR




      MENGENAL & MENGUKUR KOMPONEN ELEKTRONIKA
      RESISTOR

      Resistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari arang yang bersifat sebagai tahanan / penghambat. Satuan Resistor adalah Ohm (?). Ukuran lainnya adalah Watt.

      1 Mega Ohm (M?) = 1.000 Kilo Ohm (K?)
      1 Kilo Ohm (K?) = 1.000 Ohm (?)

      Resistor memiliki gelang warna yang merupakan kode ukuran dari resistor tersebut. Resistor terbagi menjadi :

      a. Fixed resistor ( resistor biasa ) adalah resistor yang ukurannya tetap.
       
      b. Variable resistor adalah resistor yang ukurannya dapat dirubah.


      Variable resistor ada 5 jenis yaitu :
      • Potensiometer • Trimmer Potensio (Trimpot) • NTC (Negative Temperatur Coefficient) : semakin panas hambatannya semakin kecil • PTC (Positive Temperatur Coefficient) : semakin panas hambatannya semakin besar • LDR (Light Dependence Resistor) : bila terkena cahaya maka hambatan akan mengecil
      Fungsi resistor dalam rangkaian elektronika :
      • Sebagai beban rangkaian • Untuk membagi tegangan atau arus


      Simbol Resistor dalam rangkaian :


      Berikut daftar kode warna resistor :


      Misal :

      Resistor dengan gelang warna :

      I. Coklat : 1
      II. Hitam : 0
      III. Merah : 00
      IV. Perak : 10%

      Jadi nilai resistor tersebut adalah 1000 Ohm atau 1 K Ohm dengan toleransi 10% artinya nilai aslinya bisa berkisar antara 900 Ohm – 1100 Ohm. Angka 900 didapat dari 1000 – (1000 x 10%) dan 1100 Ohm dari 1000 + (1000 x 10%).

      GABUNGAN RESISTOR

      Resistor Hubung Seri


      Resistor yang dihubungkan seri nilai hambatannya adalah Rt = R1 + R2 + R ...
      Misal : 1K Ohm + 1K Ohm = 2K Ohm




      Resistor Hubung Paralel

      Resistor yang dihubungkan paralel hasilnya adalah 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R .....
      Misal : 1K Ohm diparalel dengan 1K Ohm hasilnya adalah 0,5 K Ohm.




      Mengukur Resistor Dengan Multi Tester

      1. Pastikan anda sudah melakukan zerro Ohm adj.
      2. Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas ukur lebih tinggi atau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur).
      3. Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor (bolak balik sama saja)
      4. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.





      Kesimpulan Hasil Pengukuran
      1. Jarum menunjuk angka sesuai dengan ukuran aslinya : resistor baik
      2. Jarum menunjuk angka lebih besar / kecil dari ukuran aslinya : resistor rusak
      3. Jarum tidak bergerak sama sekali : resistor putus
      4. Jarum menunjuk angka nol : resistor short

      Sumber: http://ekohasan.blogspot.com







      Available link for download

      Monday, February 27, 2017

      Mengenal Osiloskop

      Mengenal Osiloskop


      Osiloskop (Oscilloscope) merupakan alat ukur elektronik. Dengan menggunakan alat ukur Oscilloscope ini, kita dapat mengukur frekwensi, periode dan melihat bentuk-bentuk gelombang seperti bentuk gelombang sinyal audio, sinyal video, dan bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai. Dengan sedikit melakukan pengaturan kita juga bisa mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.


      Osiloskop terdiri dari dua bagian yaitu Display dan Panel Control :

      Display 
      Display  menyerupai tampilan layar pada televisi. Display pada Oscilloscope berfungsi sebagai tempat tampilan sinyal uji. Pada Display Oscilloscope terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak yang disebut dengan div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan.


      Panel Control
      Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar. Tombol-tombol pada panel osiloskop antara lain :
      • Focus : Digunakan untuk mengatur fokus 
      • Intensity : Untuk mengatur kecerahan garis yang ditampilkan di layar
      • Trace rotation : Mengatur kemiringan garis sumbu Y=0 di layar
      • Volt/div : Mengatur berapa nilai tegangan yang diwakili oleh satu div di layar
      • Time/div : Mengatur berapa nilai waktu yang diwakili oleh satu div di layar
      • Position : Untuk mengatur posisi normal sumbu X (ketika sinyal masukannya nol)
      • AC/DC : Mengatur fungsi kapasitor kopling di terminal masukan osiloskop. Jika tombol pada posisi AC maka pada terminal masukan diberi kapasitor kopling sehingga hanya melewatkan komponen AC dari sinyal masukan. Namun jika tombol diletakkan pada posisi DC maka sinyal akan terukur dengan komponen DC-nya dikutsertakan.
      • Ground : Digunakan untuk melihat letak posisi ground di layar.
      • Channel 1/ 2 : Memilih saluran / kanal yang digunakan.
      Pada umumnya osiloskop terdiri dari dua kanal (Dual Trace) yang bisa digunakan untuk melihat dua sinyal yang berlainan, misalnya kanal satu dipasang untuk melihat sinyal masukan dan kanal dua untuk melihat sinyal keluaran.

      Lebih rinci perhatikan gambar panel kontrol Oscilloscope Dual Trace berikut :







      Keterangan gambar panel kontrol Osilokop Dual Trace diatas :
      1.    VERTICAL INPUT : merupakan input terminal untuk channel-A/saluran A.
      2.    AC-GND-DC : Penghubung input vertikal untuk saluran A.
      • Jika tombol pada posisi AC, sinyal input yang mengandung komponen DC akan    ditahan/di-blokir oleh sebuah kapasitor. 
      • Jika tombol pada posisi GND, terminal input akan terbuka, input yang bersumber dari penguatan internal di dalam Oscilloscope akan di-grounded. 
      • Jika tombol pada posisi DC, input terminal akan terhubung langsung dengan penguat yang ada di dalam Oscilloscope dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar monitor.
      3.    MODE
      • CH-A :  tampilan bentuk gelombang channel-A/saluran A.
      • CH-B :  tampilan bentuk gelombang channel-B/saluran B.
      • DUAL : pada batas ukur (range) antara 0,5 sec/DIV – 1 msec (milli second)/DIV, kedua frekuensi dari kedua saluran (CH-A dan CH-B) akan saling berpotongan pada frekuensi sekitar 200k Hz. Pada batas ukur (range) antara 0,5 msec/DIV – 0,2 µ sec/DIV saklar jangkauan ukur kedua saluran (channel/CH) dipakai bergantian.
      • ADD : CH-A dan CH-B saling dijumlahkan. Dengan menekan tombol PULL INVERT akan diperoleh SUB MODE.
      4.    VOLTS/DIV variabel untuk saluran (channel)/CH-A.
      5.    VOLTS/DIV pelemah vertikal (vertical attenuator) untuk saluran (channel)/CH-A.
      • Jika tombol “VARIABLE” diputar ke kanan (searah jarum jam), pada layar monitor akan tergambar tergambar tegangan per “DIV”. Pilihan per “DIV” tersedia dari 5 mV/DIV – 20V/DIV.
      6.    Pengatur posisi vertikal untuk saluran (channel)/CH-A.
      7.    Pengatur posisi horisontal.
      8.    SWEEP TIME/DIV.
      9.    SWEEP TIME/DIV VARIABLE.
      10.    EXT.TRIG untuk men-trigger sinyal input dari luar.
      11.    CAL untuk kalibrasi tegangan pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari puncak
               ke puncak.
      12.    COMP.TEST saklar untuk merubah fungsi Oscilloscope sebagai penguji komponen
               (component tester). Untuk menguji komponen, tombol SWEEP TIME/DIV di “set” pada
               posisi CH-B untuk mode X-Y. tombol AC-GND-DC pada posisi GND.
      13.    TRIGGERING LEVEL.
      14.    LAMPU INDIKATOR.
      15.    SLOPE (+), (-) penyesuai polaritas slope (bentuk gelombang).
      16.    SYNC untuk mode pilihan posisi saklar pada; AC, HF REJ, dan TV.
      17.    GND terminal ground/arde/tanah.
      18.    SOURCE penyesuai pemilihan sinyal (syncronize signal selector). Jika tombol SOURCE pada
               posisi :
      • INT : sinyal dari channel A (CH-A) dan channel B (CH-B) untuk keperluan pen-trigger-an/penyulutan saling dijumlahkan,
      • CH-A : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-A,
      • CH-B : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-B,
      • AC   : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan sumber sinyal AC itu sendiri,
      • EXT : sinyal yang masuk ke EXT TRIG dibelokkan/dibengkokkan disesuaikan dengan sumber sinyal.
      19.    POWER ON-OFF.
      20.    FOCUS digunakan untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal.
      21.    INTENSITY pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
      22.    TRACE ROTATOR digunakan utuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap
               berada pada posisi horisontal. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar trace rotator ini.
      23.    CH-B POSITION tombol pengatur untuk penggunaaan CH-B/channel (saluran) B.
      24.    VOLTS/DIV pelemah vertikal untuk CH-B.
      25.    VARIABLE.
      26.    VERTICAL INPUT input vertikal untuk CH-B.
      27.    AC-GND-DC untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada
               nomor 2.
      28.    COMPONET TEST IN terminal untuk komponen yang akan diuji.

      Ada beberapa jenis gelombang yang ditampilkan pada layar monitor osiloskop, yaitu:
      • Gelombang segitiga.
      • Gelombang sinusoida
      • Gelombang blok
      • Gelombang gigi gergaji
      Ada dua tipe osiloskop menurut prinsip kerjanya, yaitu tipe analog / ART (Analog Real Time oscilloscope) dan tipe digital / DSO (Digital Storage Osciloscope).

      Osiloskop Analog (Analog Real Time oscilloscope)
      Osiloskop analog ini menggunakan tegangan yang diukur untuk menggerakkan berkas electron dalam tabung (CRT) sesuai bentuk gambar yang diukur. Pada layar osiloskop langsung ditampilkan bentuk gelombang tersebut.

      Osiloskop analog memiliki keunggulan seperti ; harganya relatif lebih murah daripada osiloskop digital, sifatnya yang realtime dan pengaturannya yang mudah dilakukan karena tidak ada tundaan antara gelombang yang sedang dilihat dengan peragaan di layar, serta mampu meragakan bentuk yang lebih baik seperti yang diharapkan untuk melihat gelombang-gelombang yang kompleks, misalnya sinyal video di TV dan sinyal RF yang dimodulasi amplitudo.

      Osiloskop Digital (Digital Storage Osciloscope)
      Osiloskop digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi besaran digital.

      Osiloskop digital memberikan kemampuan ekstensif, kemudahan tugas-tugas akuisisi gelombang dan pengukurannya. Penyimpanan gelombang membantu para insinyur dan teknisi dapat menangkap dan menganalisa aktivitas sinyal yang penting. Jika kemampuan teknik pemicuannya tinggi secara efisien dapat menemukan adanya keanehan atau kondisi-kondisi khusus dari gelombang yang sedang diukur.

      Secara umum dapat kita simpulkan fungsi Oscilloscope / osiloskop yaitu untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu. Dengan alat ukur Osiloskop ini kita dapat mengetahui :
      • Berapa frekuensi, periode dan tegangan dari suatu sinyal elektronik. 
      • Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
      • Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
      • Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik.
      • Membedakan arus AC dengan arus DC.
      • Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu.
      • dll 


       


        Cara  Penggunaan Osiloskp

        Sebelum osiloskop bisa dipakai untuk melihat sinyal maka osiloskop perlu disetel dulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Langkah awal pemakaian yaitu pengkalibrasian. Yang pertama kali harus muncul di layar adalah garis lurus mendatar jika tidak ada sinyal masukan. Yang perlu disetel adalah fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y position. Dengan menggunakan tegangan referensi yang terdapat di osiloskop maka kita bisa melakukan pengkalibrasian sederhana. Ada dua tegangan referensi yang bisa dijadikan acuan yaitu tegangan persegi 2 Vpp dan 0.2 Vpp dengan frekuensi 1 KHz. Setelah probe dikalibrasi maka dengan menempelkan probe pada terminal tegangan acuan maka akan muncul tegangan persegi pada layar. Jika yang dijadikan acuan adalah tegangan 2 Vpp maka pada posisi 1 volt/div (satu kotak vertikal mewakili tegangan 1 volt) harus terdapat nilai tegangan dari puncak ke puncak sebanyak dua kotak dan untuk time/div 1 ms/div (satu kotak horizontal mewakili waktu 1 ms) harus terdapat satu gelombang untuk satu kotak. Jika masih belum tepat maka perlu disetel dengan potensio yang terdapat di tengah-tengah knob pengganti Volt/div dan time/div. Atau kalau pada gambar osiloskop diatas berupa potensio dengan label "var". 
         
        Pada saat menggunakan osiloskop juga perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
        1.      Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan (digroundkan), disamping untuk kemanan, hal ini juga untuk mengurangi suara dari frekuensi radio atau jala-jala.
        2.      Memastikan probe dalam keadaan baik.
        3.      Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop.
        4.      Tentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan mengatur posisi tombol Volt/Div pada posisi tertentu. Jika sinyal masukannya diperkirakan cukup besar, gunakan skala Volt/Div yang besar. Jika sulit memperkirakan besarnya tegangan masukan, gunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) pada probe atau skala Volt/Div dipasang pada posisi paling besar.
        5.      Tentukan skala Time/Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan.
        6.      Gunakan tombol Trigger atau hold-off untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil.
        7.      Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus.
        8.      Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangat/kurang terang.
        Pengukuran Dengan Menggunakan Osiloskop 
         Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal listrik. Pada kebanyakan aplikasi, grafik yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu. Seperti yang bisa anda lihat pada gambar di bawah ini ditunjukkan bahwa pada sumbu vertical (Y) merepresentasikan tegangan V, pada sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. 
        Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam arah vertikal dan 10 kotak dalam arah horizontal. Tiap kotak dibuat skala yang lebih kecil. Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan untuk mengubah nilai skala-skala tersebut. 

        Osiloskop Dual Trace dapat memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yang sama. Cara ini biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang berbeda dalam suatu rangkaian elektronik.
        Kadang-kadang sinyal osiloskop juga dinyatakan dengan 3 dimensi. Sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V dan sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Tambahan sumbu Z merepresentasikan intensitas tampilan osiloskop. Tetapi bagian ini biasanya diabaikan karena tidak dibutuhkan dalam pengukuran.

        Wujud/bangun dari osiloskop mirip-mirip sebuah pesawat televisi dengan beberapa tombol pengatur. kecuali terdapat garis-garis(grid) pada layarnya.




        Jika Merasa Artikel ini Bermanfaat, Mohon Tinggalkan Komentar Di bawah. Terima Kasih
        .
         
         

        Available link for download

        Thursday, February 23, 2017

        Mengenal Avast Free Antivirus dan Cara Installnya

        Mengenal Avast Free Antivirus dan Cara Installnya


        Semakin banyak informasi yang kita ketahui tentang antivirus maka perlindungan komputer kita akan semakin baik. Diantara berbagai program antivirus tersebut kita memilih mana yang memberikan fitur terbaik dan sesuai dengan kita. Sekarang akan saya tambah satu lagi info mengenai antivirus yaitu dengan mengenal avast free antivirus serta bagaimana cara installnya. Seperti biasa sobat yang belum paham tentang bagaimana cara install antivirus avast akan kita pandu bersama-sama memasang software tersebut.

        Antivirus avast ini memiliki kelebihan yaitu gratis dan proteksi yang lumayan untuk anti virus di pc. Selain itu biasanya anti virus membuat komputer lambat, namun untuk AV avast, komputer anda tidak lambat dan merupakan salah satu antivirus yang paling banyak di gunakan di Indonesia.

        Fitur Avast Free Antivirus : Software Updater, Browser Cleanup, Behavior Shield, Real-time Anti-rootkit Protection, avast! WebRep, Boot-time Scanner, AutoSandbox, Intelligent Scanner, File System Shield, Mail Shield, Web Shield, P2P Shield/IM Shield, Network Shield, Script Shield dan Behavior Shield. System Requirments Avast Free Antivirus : Processor Pentium 3, 128 MB RAM, 400 MB of free hard disk space.

        Bagi sobat yang benar-benar masih belajar melakukan instalasi komputer dan belum paham dengan proses instalasi software ini silahkan ikuti langkah-langkah Cara Instal Anti Virus Avast berikut ini:

        1. Pastikan sobat memiliki software ini atau, download antivirus avast terlebih dahulu.
        2. Jalankan file/aplikasi .exe Avast. Klik "Run"
        3. Pilih bahasa "Engllish" or "Indonesia". Klik "next" untuk melanjutkan 
        4. Selanjutnya muncul dialog box, hilangkan semua centang pada kotak dialog tersebut dan Klik "next".
        5. Kemudian muncul lagi Kotak dialog "apakah akan di pasangkan pada Google Chrome (biasanya saya memilih untuk tidak memasangkan pada Chrome). Klik "next".
        6. Setelah itu kita tinggal menunggu proses install.
        7. Klik "finish", pertanda bahwa Instalasi Complete. biasanya di barengi dengan suara "Welcome to Avast" (jika driver sound anda terlah terpasang). Jika belum terpasang maka akan muncul Kotak Dialog "Welcome to Avast"di ToolBar komputer anda, di sebelah kanan bawah.

        Mengenal Avast Free Antivirus dan Cara Installnya

        Antivirus Avast full serial number Update
        Download

        Tidak sulit kan, yang sulit adalah kalau kita tidak memiliki program ini jadi kita harus hunting download atau membeli antivirus avast terlebih dahulu. Kalau cara install program ini mudah seperti yang ada pada panduan di atas. 

        Jika sobat kurang berkenan dengan antivirus ini maka silahkan lihat juga antivirus AVG atau antivirus avira terbaru. Itu saja, terima kasih sudi menemani saya dalam belajar menginstal software komputer di atas. Selamat menginstal!

        Available link for download

        Monday, February 6, 2017

        Mengenal Masalah Saat memilih cincin kawin

        Mengenal Masalah Saat memilih cincin kawin



        All About Cincin Or Mas Kawin - Cincin kawin adalah salah satu hal yg sangat penting. Apalagi jika tanggal pernikahan sudah dekat sehingga tidak ada waktu tuk melakukan pemesanan yg biasanya memakan waktu sampai tiga minggu.

        Rumah perhiasan memang banyak, tapi kadang tidak ada model yg sesuai dgn keinginan. Atau terkadang mendapatkan model yg sesuai, tetapi cincin tersebut tidak berpasangan. Biasanya yg menjadi kendala saat membeli cincin yg ready stock adalah :

        · ukuran cincin, kadang terlalu sempit atau terkadang kebesaran

        · berat cincin, kadang tidak sesuai dgn yg diharapkan

        · model cincin

        Tuk menghindari masalah dalam pencarian cincin kawin, maka sebaiknya jadikan cincin kawin di tempat pertama pada check list agar Anda dan pasangan mendapatkan cincin kawin yg sesuai dgn selera berdua. Sepasang cincin kawin haruslah mewakili dua karakter yg berbeda dan akan melebur menjadi satu.

        Sumber:wolipop.com

        Info Terkait:

        Cincin Kawin


        Available link for download

        Sunday, January 22, 2017

        Mengenal Lebih dekat dan Spesifikasi Printer Canon Pixma G2000 Terbaru

        Mengenal Lebih dekat dan Spesifikasi Printer Canon Pixma G2000 Terbaru


        Dokter Printer - Canon Pixma G2000 adalah printer All-in-one atau printer multifungsi dengan tangki tinta terbaru dari canon yang dapat di isi ulang untuk pencetakan dalam jumlah yang besar. Printer G2000 ini memiliki kecepatan cetak 8.8ipm untuk mono (hitam) dan 5.0ipm untuk warna. Untuk driver Pixma G2000 bisa di Unduh disini. 

         Disini saya akan sedikit mengenalkan kepada pembaca tentang printer pixma G2000 beserta fitur-fitur yang ditawarkan, sehingga dapat menjadikan pertimbangan atau pembanding jika anda sekarang lagi sedang melakukan perburuan printer berkualiatas dengan harga yang terjangkau. Berikut ini adalah diantara keunggulan yang ditawarkan oleh printer canon pixma G2000.


        KEUNGGULAN PIXMA G2000
        BOTOL TINTA BERKAPASITAS CETAK BESAR
        Dengan botol tinta berkapasitas cetak besar hingga 7000 halaman, pengguna dapat menikmati pencetakan tanpa khawatir akan beaya tinta, atau kehabisan suplai tinta, irit bukan? jelas dong....

        SISTEM TANGKI TINTA TERINTEGRASI
        Tangki tinta internal yang terintegrasi menghasilkan badan printer yang ringkas. Pengguna juga dapat melihat kapasitas tinta yang tersedia dengan mudah dan cepat, hemmm....MANTAP gan....


        PENCETAKAN FOTO DAN DOKUMEN YANG BERKUALITAS
        Printer Canon G2000 dapat mencetak foto tanpa tepi hingga ukuran A4, dan sistem tinta hybrid milik canon juga mahir dalam memproduksi dokumen teks hitam yang jelas dan foto yang memukau, waw...waw...waaww....keren bukan?

        Berikut Spesifikasi untuk PIXMA G2000

        Printer   
        Resolusi Pencetakan Maksimum 4800 (horizontal)*1 x 1200 (vertikal) dpi
        Print Head / Tinta Tipe: Botol Tinta Individu
        Jumlah Nosel: Jumlah 1,472 nosel
        Ukuran Tetesan Tinta: 2pl min
        Botol Tinta: GI-790 (Biru kehijauan, Jingga, Kuning, Hitam)
        Kecepatan Cetak*2
        Berdasarkan ISO / IEC 24734.
        Klik di sini untuk ringkasan laporan
        Klik di sini untuk Kondisi Pengukuran Kecepatan Cetak dan Salin Dokumen
        Dokumen: Warna:
        ESAT / Simpleks:
        Sekitar 5.0ipm
        Dokumen: B/W:
        ESAT / Simpleks:
        Sekitar 8.8ipm
        Foto (4 x 6"):
        PP-201 / Tanpa tepi
        Sekitar 60 detik
        Lebar yang Dapat Dicetak Dengan garis tepi: Hingga 203.2mm (8-inci)
        Tanpa tepi: Hingga 216mm (8.5-inci)
        Area yang Dapat Dicetak Pencetakan Tanpa Tepi*3 Marjin Atas / Bawah / Kanan / Kiri: masing-masing 0mm
        (Mendukung Ukuran Kertas: A4 / Letter / 4 x 6" / 5 x 7" / 8 x 10")
        Pencetakan dengan Tepi Marjin atas: 3mm,
        Marjin bawah: 5mm,
        Marjin Kiri / Kanan: masing-masing 3.4mm (Letter / Legal: Kiri: 6.4mm, Kanan: 6.3mm)
        Area Pencetakan yang Direkomendasikan Marjin atas: 31.2mm
        Marjin bawah: 32.5mm
        Ukuran Kertas A4, A5, B5, Letter, Legal, 4 x 6", 5 x 7", Amplop (DL, COM10), Ukuran kustom (lebar 101.6 - 215.9mm, panjang 152.4 - 676mm)
        Penanganan Kertas (Baki Belakang)
        (Jumlah Maksimum)
        Kertas Polos A4, A5, B5, Letter = 100, Legal = 10
        Kertas Resolusi Tinggi (HR-101N) A4 = 80
        Kertas Foto Plus Glossy II (PP-201) 4 x 6" = 20
        Kertas Foto Pro Luster (LU-101) A4 = 10
        Kertas Foto Plus Semi-Gloss (SG-201) 4 x 6" = 20
        Kertas Foto Glossy "Penggunaan Sehari-hari" (GP-601) A4 = 10, 4 x 6" = 20
        Kertas Foto Glossy "Penggunaan Setiap Hari" (GP-508) A4 = 10, 4 x 6" = 20
        Kertas Foto Matte (MP-101) A4 = 10, 4 x 6" = 20
        Amplop European DL/US Com. #10 = 10
        Berat Kertas Baki Belakang Kertas Polos: 64 - 105g/m2 , Kertas spesial Canon: berat kertas maks: sekitar 275g/m2
        Kertas Foto Glossy Plus II (PP-201)
        Sensor Ink End Jumlah titik
        Penyejajaran Print Head Manual
        Scan*4
        Tipe Scanner Flatbed
        Metode Pemindaian CIS (Contact Image Sensor)
        Resolusi Optik*5 600 x 1200dpi
        Resolusi yang Dapat Dipilih*6 25 - 19200dpi
        Kedalaman Bit Pemindaian (Input / Output) Grayscale: 16bit / 8bit
        Warna: 48bit / 24bit (RGB masing-masing 16bit / 8bit)
        Kecepatan Pemindaian Garis*7 Grayscale: 1.2 ms/baris (300dpi)
        Warna: 3.5 ms/baris (300dpi)
        Kecepatan Pemindaian*8 Reflektif:
        Warna A4 / 300dpi
        Sekitar 19 detik
        Ukuran Maksimum Dokumen  Flatbed: A4 / Letter (216 x 297mm)
        Salin
        Ukuran Maksimum Dokumen A4 / Letter (216 x 297mm)
        Media yang Kompatibel Ukuran: A4, Letter
        Tipe: Kertas Polos
        Kualitas Gambar Cepat, Standar
        Kecepatan Salin*9 Dokumen : Warna
        sFCOT / Simpleks
        Sekitar 32 detik
        Dokumen : Warna
        sESAT / Simpleks
        Sekitar 1.7ipm  
        Beberapa Salinan Hitam / Berwarna: 1 - 21 halaman
        Spesifikasi Umum
        Antarmuka USB Kecepatan Tinggi
        Baki Output Kertas A4, Letter = 50, Legal = 10
        Lingkungan Pengoperasian *10 Suhu: 5 - 35°C
        Kelembapan: 10 - 90% RH (tanpa kondensasi embun)
        Lingkungan yang Direkomendasikan *11 Suhu: 15 - 30°C
        Kelembapan: 10 - 80% RH (tanpa kondensasi embun)
        Lingkungan Penyimpanan Suhu: 0 - 40°C
        Kelembapan: 5 - 95% RH (tanpa kondensasi embun)
        Kebisingan Akustik (Cetak PC) Foto (4 x 6") *12 Sekitar 46.0dB(A)
        Daya AC 100 - 240V; 50 / 60Hz
        Konsumsi Daya MATI: Sekitar 0.34W
        Siaga (lampu pemindaian mati):
        (koneksi USB ke PC)
        Sekitar 0.8W
        Menyalin*13:
        (Koneksi USB ke PC)
        Sekitar 11W
        Lingkungan Regulasi: RoHS (EU, Tiongkok), WEEE (EU)
        Eco-Label: Energy Star
        Dimensi (W x D x H) Sekitar 445 x 330 x 163mm
        Berat Sekitar 5.8kg

        Spesifikasi dapat berubah tanpa pemberitahuan.
        *1 Droplet tinta dapat digantikan dengan pitch minimal 1/4800 inci. 
        *2 Kecepatan cetak dokumen adalah rata-rata dari ESAT dalam Tes Kategori Kantor untuk mode simpleks default, ISO / IEC 24734.
        Kecepatan cetak foto adalah berdasarkan pengaturan default yang menggunakan ISO / JIS-SCID N2 pada Kertas Foto Plus Glossy II dan tidak memperhitungkan waktu pemrosesan data pada komputer pemilik.
        Kecepatan cetak mungkin bervariasi tergantung pada sistem konfigurasi, antarmuka, perangkat lunak, kompleksitas dokumen, mode cetak, cakupan halaman, tipe kertas yang digunakan, dll.
        *3 Tipe kertas yang TIDAK mendukung pencetakan tanpa tepi adalah sebagai berikut: Amplop, Kertas Resolusi Tinggi, Transfer T-Shirt, Foto Stiker
        *4 Driver TWAIN (ScanGear) adalah berdasarkan spesifikasi TWAIN V1.9 dan membutuhkan Manajer Sumber Data yang dilengkapi dengan sistem pengoperasian.
        *5 Resolusi optik adalah pengukuran dari resolusi sampling perangkat keras maksimum, berdasarkan standar ISO 14473.
        *6 Meningkatkan resolusi pemindaian akan membatasi area pemindaian maksimum yang dimungkinkan.
        *7 Kecepatan tercepat USB Kecepatan Tinggi pada PC Windows. Waktu transfer ke komputer tidak termasuk.
        *8 Kecepatan scan dokumen berwarna diukur dengan ISO / IEC 29183 Target A.
        Kecepatan scan mengindikasikan waktu yang diukur antara menekan tombol scan dari driver scanner dan tampilan status pada layar mati.
        Kecepatan cetak mungkin bervariasi tergantung pada konfigurasi sistem, antarmuka, perangkat lunak, pengaturan mode scan dan ukuran dokumen, dll.
        *9 Kecepatan salin adalah rata-rata dari sFCOT dan sESAT, ISO / IEC 29183.
        Kecepatan salin mungkin bervariasi tergantung pada kompleksitas dokumen, mode salin, cakupan halaman, tipe kertas yang digunakan, dll. dan tidak memperhitungkan waktu pemanasan.
        *10 Performa printer mungkin berkurang dalam suhu dan kondisi kelembapan tertentu.
        *11 Untuk temperatur dan kondisi kelembapan dari kertas seperti kertas foto, mengaculah ke kemasan kertas atau instruksi disediakan.
        *12 Saat pencetakan ISO / JIS-SCID N2 pada Kertas Foto 4 x 6" Plus Glossy II menggunakan pengaturan default.
        *13 Salin: Ketika menyalin pola ISO / JIS-SCID N2 (dicetak dengan printer inkjet) pada kertas polos ukuran A4 menggunakan pengaturan default.
        Cetak: Ketika mencetak ISO / JIS-SCID N2 (dicetak dengan printer inkjet) pada kertas polos ukuran A4 menggunakan pengaturan default.

        Penyangkalan
        • Anda perlu menginstal tanki tinta atau kartrid / botol tinta semua warna terlepas dari apakah Anda melakukan pencetakan hitam putih atau warna. Jika salah satu dari tanki tinta atau kartrid / botol tinta tidak diinstal, kesalahan akan terjadi dan Anda tidak dapat melakukan pencetakan.
        • Bahkan jika pencetakan hitam saja atau abu-abu dipilih, tergantung pada material pencetakan dan pengaturan driver yang digunakan, tinta warna mungkin tetap dikonsumsi saat melakukan pencetakan. Ketika level tinta yang tersisa pada tanki tinta berada di bawah garis batas terendah, Canon merekomendasikan agar Anda mengisi ulang tanki tinta dengan warna yang sesuai.
        • Selama pengaturan awal printer, sejumlah tinta tertentu digunakan untuk mengisi nosel print head dengan tinta. Untuk itu, kapasitas cetak dari perangkat botol tinta pertama akan menjadi lebih rendah dari perangkat botol berikutnya.
        • Sisa kapasitas pencetakan dan/atau biaya pencetakan yang tertulis pada brosur/katalog/website dll., ditentukan bukan berdasarkan set botol tinta pertama, melainkan berdasarkan set botol tinta berikutnya setelah nosel print head telah diisi dengan tinta dari perangkat botol tinta pertama.
        • Untuk menjaga performa printer, printer Canon melakukan pembersihan otomatis sesuai dengan kondisinya. Saat printer melakukan pembersihan, tinta dalam jumlah sedikit dikonsumsi.
        Dalam kasus ini, semua warna tinta mungkin dikonsumsi.
        [Fungsi pembersihan]
        Fungsi pembersihan membantu printer untuk menghisap gelembung air atau tinta dari nosel sehingga mencegah penurunan kualitas cetak atau tersumbatnya nosel.
        • Bagian untuk perbaikan printer akan tersedia lima tahun setelah produksinya dihentikan. Tergantung pada model printer Anda, kami mungkin meminta Anda untuk menggantinya dengan yang baru, atau dengan performa yang hampir sama sebagai layanan pemeliharaan. Dalam kasus ini, mungkin Anda tidak dapat menggunakan suplai atau aksesori untuk model printer Anda atau OS yang kompatibel akan diubah.
        • Untuk detail masa garansi, kontak penjual representatif resmi Canon di negara atau daerah Anda. Garansi hanya mencakup badan utama printer tidak termasuk barang yang dapat dikonsumsi seperti media pencetakan dan tinta/botol tinta meskipun masih dalam periode garansi.
        • Untuk memperoleh kualitas pencetakan yang baik, gunakan tinta dalam enam bulan setelah dibuka.
        • Mohon perhatikan bahwa jika kerusakan printer disebabkan oleh penggunaan tinta yang tidak asli, biaya perbaikan dapat dikenakan bahkan jika klaim masih dalam periode garansi.
        • Menggunakan tinta yang tidak asli dapat mempengaruhi performa printer dan/atau kualitas pencetakan. Dalam beberapa kejadian langka, meskipun tidak ada kesalahan keamanan, menggunakan tinta yang tidak asli dapat mengakibatkan panas pada print head dan emisi asap dari print head yang disebabkan oleh tidak adanya bahan yang terdapat pada tinta asli. (Tidak berlaku untuk penggunaan semua tinta yang tidak asli).
        • Tergantung pada terminal Anda, seperti komputer atau smartphone, atau sistem operasi terminal Anda seperti komputer atau smartphone, informasi atau pesan level sisa tinta yang ditampilkan pada layar terminal Anda mungkin berbeda dari informasi atau pesan yang ditampilkan pada panel operasi printer. Selain itu, sebagian dari pesan level sisa tinta ditampilkan pada panel operasi printer mungkin tidak ditampilkan dan/atau mungkin ditampilkan pada waktu yang berbeda. Canon merekomendasikan Anda untuk menggunakan informasi dan pesan yang ditampilkan pada panel operasi printer sebagai referensi Anda. Perhatikan bahwa informasi dan pesan adalah item yang ditampilkan hanya untuk informasi panduan.

        HARGA PRINTER G2000
        Untuk printer ini setelah saya melakukan survai dibeberapa toko online diwilayah solo dan joga printer ini dibanderol dengan harga Rp. 2.300.000, dan harga ini bisa berubah-ubah sesuai dengan toko tempat menjualnya. Untuk harga terbaik hubungi toko-toko online yang mempunyai stok printer seri ini.

        Sekian postingan dari dokter printer tentang kelebihan dan spesifikasi dari Pixma G2000, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi anda yang menginginkan printer berkualitas dengan harga yang terjangkau. Oke semoga bermanfaat.....

        Available link for download

        Wednesday, January 18, 2017

        MENGENAL dan MENGUKUR KOMPONEN ELEKTRONIKA MOSFET

        MENGENAL dan MENGUKUR KOMPONEN ELEKTRONIKA MOSFET


         MOSFET

        FET bentuk fisiknya seperti transistor. Fungsinya adalah untuk menaikkan tegangan atau menurunkan tegangan.
        FET memiliki tiga kaki juga yaitu :

        • GATE (G) adalah kaki input
        • DRAIN (D) adalah kaki output
        • SOURCE (S) adalah kaki sumber

        Fungsinya biasanya digunakan pada rangkaian power supply jenis switching untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk menggerakkan trafo.



        Kakinya biasanya sudah pasti yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka urutan kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE.

        • Contoh FET penaik tegangan : K 793, K 1117, K 1214, IRF 630, IRF 730, IRF 620, dll.
        • Contoh FET penurun tegangan : IRF 9610, IRF 9630, dll (biasanya 4 angka u/ IRF)



        • FET PENAIK TEGANGAN
        Cara mengukur :

        Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K





        • FET PENURUN TEGANGAN
        Cara mengukur :
        Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K




        Sumber: http://ekohasan.blogspot.com 


        Available link for download

        Monday, January 9, 2017

        Mengenal Resistor

        Mengenal Resistor


        Pengertian resistor adalah salah satu komponen elekronika yang berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dan berupa terminal dua komponen elektronik yang menghasilkan tegangan pada terminal yang sebanding dengan arus listrik yang melewatinya sesuai dengan hukum Ohm (V = IR). Sebuah resistor tidak memiliki kutub positif dan negatif, tapi memiliki karakteristik utama yaitu resistensi, toleransi, tegangan kerja maksimum dan power rating. Karakteristik lainnya meliputi koefisien temperatur, kebisingan, dan induktansi. Ohm yang dilambangkan dengan simbol ?(Omega) merupakan satuan resistansi dari sebuah resistor yang bersifat resistif.


        Resistor adalah komponen dasar elektronika yang selalu digunakan dan paling banyak dalam setiap rangkaian elektronika. Dengan demikian Anda harus mempelajari dan memahami sebaik mungkin tentang resistor. Anda harus mampu mengetahui nilai dari sebuah resistor beserta fungsinya bila ingin membuat sebuah rangkaian elektronika.




        Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan arus listrik dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Adapun fungsi resistor secara lengkap adalah sebagai berikut :
        1. Berfungsi untuk menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu  rangkaian    elektronika.
        2. Berfungsi untuk menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian    elektronika.
        3. Berfungsi untuk membagi tegangan.
        4. Berfungsi untuk    membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah dengan bantuan transistor daan kondensator (kapasitor).

        Dilihat dari fungsi-nya, resistor dapat dibagi menjadi :

        1.  Resistor Tetap (Fixed Resistor)
        Yaitu resistor yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Berfungsi sebagai pembagi tegangan, mengatur atau membatasi arus pada suatu rangkaian serta memperbesar dan memperkecil tegangan.



        Cara pengukuran hambatan resistor tetap adalah sebagai berikut :
        • Putarlah sakelar pada posisi R x1, R x 10, atau R x 1K. Ini semua tergantung pada perkiraan berapa besar tahanan yang hendak kita ukur.
        • Tancapkanlah kabel merah (+) pada lubang (+) dan kabel hitam (-) pada (-).
        • Lalu pertemukan pencolok merah dan hitam pada masing-masing ujungnya.
        • Kemudian stel jarum sampai mencapai angka nol Ohm. Sedangkan yang dibuat menyetel adalah pengatur nol Ohm.
        • Kemudian setelah mencapai titik nol Ohm barulah pencolok itu kita lepaskan. Maka dengan demikian jarum skala akan kembali ke kiri.
        • Dan sekarang tempelkan masing-masing pencolok pada kawat kaki resistor.
        • Apabila jarum bergerak maka hal ini akan menandakan resistor dalam keadaan baik dan bisa digunakan.
        • Sedangkan untuk mengukur besarnya nilai resistor perhatikanlah gerakan jarum dan berhenti pada angka berapa. Maka angka ini akan menunjukkan skala sesuai dengan ukuran resistor itu sendiri.


         

          Contoh-contoh cara perhitungan resistor :
          • Bila jarum menunjukkan angka 100 pada papan skala dan sakelar penyetealn ditunjukkan pada 1 x berarti 1 x 100, maka ukurannya adalah 100 Ohm.
          • Bila jarum menunjukkan angka 100 pada papan skala dan sakelar penyetelan ditunjukkan pada 10 x berarti 10 x 100, maka ukurannya 1000 Ohm.
          • Bila jarum menunjukkan angka 100 pada papan skala dan sakelar penyetelan ditunjukkan pada K berarti ukuran resistor itu sebesar 100 K Ohm.


          2.  Resistor Tidak Tetap (variable resistor)
          Yaitu resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan.Berfungsi sebagai pengatur volume (mengatur besar kecilnya arus),tone control pada sound system,pengatur tinggi rendahnya nada (bass/treble) serta berfungsi sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan.



          3.  Resistor NTC dan PTC.
          NTC (Negative Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTC (Positive Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin.




          4.  Resistor LDR
          LDR (Light Dependent Resistor) yaitu jenis resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila terkena cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan bila terkena cahaya terang nilainya menjadi semakin kecil.




          Jika Merasa Artikel ini Bermanfaat, Mohon Tinggalkan Komentar Di bawah. Terima Kasih
          .
           
           

          Available link for download